The Universitas Udayana in Denpasar, Bali, has amassed an impressive collection of “lost” Lontar over the years. With help from Ringing Rocks Foundation, several of its departments have completed a project which preserves thirteen Lontar on a 3-CD set. Each Lontar has been digitally photographed and translated from the Kawi inscribed on the leaves into modern Balinese and English. Kawi is an ancient Javanese language derived from Sanskrit.

Currently, 13 Lontar from the 3-CD set are viewable at the Ringing Rocks online archive.” – Lontar Archive

Gw iseng minum degan 3 hari ini hasilnya dahak gw berangsur-angsur berkurang, kesisengan itu gw ambil dari
Obat batuk yang menimbulkan suara ” kredek” , bahan ramuannya, bubur beras pulut, degan kelapa yang kulitnya berwarna hijau dan pada bawah tampuknya berwarna merah kehitaman, yang isinya tidak terlalu tipis, minyak lemak itik, yang hidupnya di sekitar rumah tempat tinggal, dimakan selama, sepuluh, hari, akan dapat menyembuhkan, usada cukildaki halaman 12

Adakah yang mau berbaik hati memiror 3 edisi onlen lontar kemudian dipack agar bisa didownload dan dibaca offline? Asli gw sekarang fakir benwit.