Jepret..jpret… gagal lagi gagal lagi, ternyata bermain macro itu susahnya minta ampun, apalagi kalau sarananya terbatas. Sudah tripod gak ada, lighting kurang, dan kameranya pun bukan kamera super canggih seperti photograper pro. Tapi ini bukan halangan, tetep semangat dan harus memanfaatkan apa yang ada. Kalau pake kamera biasa bisa lumayan bagus mudah-mudahan nanti kalo sudah punya kamera canggih bisa lebih bagus. Minimal tehnik dasar sudah dikuasai (sedikit).
Kalau melihat karya orang lain entah itu pro atau amatir, tangan ini jadi gatel pengen jepret-jepret. Untung sekarang media penyimpanan foto sudah digital kalau pake film bisa berapa roll film yang udah kepake cuma untuk belajar macro.
Ayo Semangat! Jangan mau kalah.


16 comments
Comments feed for this article
Mei 22, 2007 pada 9:22 am
ryosaeba
salah satu problem, yaitu lighting, bisa diakalin dengan makro outdoor di siang hari. motret kelopak bunga, duri tanaman, serangga dari jarak dekat, itu relatif lebih mudah karena nggak terlalu mikir soal cahaya.
Mei 22, 2007 pada 10:02 am
dedenf
kamera pocket juga udah cukup kok, ya itu tadi seperti eko bilang, lighting yang penting.
btw, snappernya ganggu pisan euy
Mei 22, 2007 pada 10:29 am
!secandri
hehehe snapnya udah dimatikan
Mei 22, 2007 pada 11:27 am
galih
Saya juga pemakai poket, Canon A400. Kalau fokusnya tepat, hasil macro canon sangat baik. pokoknya keep trying deh… hehhe salam
Mei 22, 2007 pada 12:15 pm
jaksaeyd
amateur.
Mei 22, 2007 pada 3:43 pm
tukangkoding
macro emang sulit.. keep shootin
Mei 22, 2007 pada 9:37 pm
azil
butuh fotomodel?
*nyisir*
Mei 22, 2007 pada 11:14 pm
Yan
Sekedar berbagi cerita makro sederhana. http://daunsalam.net/umum/makro.htm
Mei 23, 2007 pada 11:37 am
!secandri
hehe maap kang jaksa, typo lagi typo lagi
btw ini kang jaksa apanya polisi?
Mei 23, 2007 pada 1:39 pm
!secandri
mas yan, tehniknya hampir sama dengan
http://www.photocritic.org/2005/macro-photography-on-a-budget/
Mei 23, 2007 pada 2:14 pm
Charly Silaban
Ban… beli kamera keluarga S_ IS-nya canon aja.. yang model S3-IS skrg dah terjangkau bgt koq harganya. Ada mode Super Macro-nya.. Jarak dgn objek kalo ngga salah 1 cm.. Nah kalo yg baru keluar, seri S5-IS (biasanya dilepas pada kisaran 5jt), bisa berjarak 0cm dgn benda yang mau dipotret.. Dijamin puas deh bermakro ria dgn budget terbatas..
Mei 24, 2007 pada 1:42 am
fahmi!
nggak ada tripod nggak pa pa, di lapangan biasanya saya pake ganjel buku, batu, bantal ato apa aja yg bisa dipake sbg tripod
bahkan kadang cuman berdiri nyender tembok/tiang pun jadi… jepret!
tapi emang sih untuk exposure lebih dari 1/30s sebaiknya perlu mata dan tangan seorang snipper supaya tajem
Mei 24, 2007 pada 8:04 am
rara
makro.. fitur yg gue cari kalau mo nyari kamera, harus bisa makro hihi..
entah kenapa gue juga senang banget ber-makro2-ria, padahal kadang objek yang difoto itu gak penting banget
Mei 28, 2007 pada 10:21 am
blackclaw
APA? JADI PARA GAJAH JUGA JAGO POTOGRAPI???
Juni 8, 2007 pada 8:48 pm
anakgunung
makro tanpa tripod.. seperti ikutin lomba tembak ‘nabiratata’ napas, bidik rasa, tahan, tembak! hehehe
keep on shooting..!
Desember 12, 2007 pada 6:05 pm
harry
gw photogaraper kelas teri, mo cari kerjaan distudio yg mapan, ada yg buka lowongan ga?